IMG-LOGO
Sedang Hangat: Kunjungi Langkat, Rapidin Simbolon Lantik Satgas Dan Bagikan Tali Asih PDI Perjuangan dan Polda Sumut Sepakat Gotong Royong Berantas Penyakit Masyarakat Dan Covid-19 Kunjungi Asahan, Rapidin Simbolon Bantu Pembangunan Mushola SMA Swadaya Tinggi Raja

Berkaca-kaca, Hj. Megawati Sukarnoputri Resmikan Patung Bung Karno Di Polder Stasiun Tawang

Redaksi

Jakarta - Putri Proklamator Ir.Soekarno, Megawati Soekarnoputri, tak bisa menyembunyikan rasa haru atas peresmian patung Sang Proklamator di polder Stasiun Tawang, Area Kota Lama, Semarang. Walau terharu, namun sekaligus dengan menggebu, Megawati mengajak rakyat Indonesia untuk selalu mengingat jasa para pahlawan bangsa.

"Memang betul beliau bapak biologis saya. Tetapi beliau juga bapak ideologis saya sebagai warga bangsa," kata Megawati yang mewakili keluarga besar Bung Karno ketika prosesi peresmian yang berlangsung secara hybrid.

Berkali-kali Megawati terisak ketika berbicara dalam prosesi peresmian itu.

Megawati mengingat bahwa Bung Karno pernah menyatakan bahwa pahlawan yang sesungguhnya tak menginginkan pujian atas jasa-jasanya. Intinya, dia berharap agar patung Bung Karno adalah sebagai warisan, tak sekedar patung, namun pengetahuan akan jasa sang pahlawan harus diketahui dan terus dihidupi.

"Kita tahu bunga mawar menyebarkan baunya tanpa menyebut-nyebut namanya, tapi harum semerbak. Oleh sebab itu bangsa yang tahu menghargai pahlawannya itulah yang bisa menjadi bangsa yang besar. Karena itu jangan lupa sejarah dan hargailah pahlawan kita," katanya.

Megawati sekaligus mengingatkan bahwa keberadaan patung Bung Karno dan Taman Makam Pahlawan (TMP) yang banyak tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, adalah sebagai pengingat dan sekaligus bukti bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil pemberian penjajah. Namun benar-benar merupakan hasil kerja keras serta perjuangan para pahlawan bangsa.

"Di seluruh negara, mereka selalu punya founding father. Itu kalau benar cara merebut kemerdekaannya, bukan diberikan," kata Presiden RI Kelima itu.

Megawati juga menceritakan sejarah hidup Soekarno dan para bapak bangsa lainnya dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang membiayai pembangunan patung tersebut.

Pada awal tahun 1946, kereta api lah yang membawa rombongan Soekarno dan pemimpin bangsa kala itu, untuk hijrah ke Yogyakarta, di tengah teror dari pasukan penjajah.

Selain itu, Bung Karno juga pernah menjadi pegawai di perusahaan kereta api yang dulu masih dikuasai Belanda. Bahkan, lanjut Megawati, peranan pegawai kereta api dalam kancah republik disampaikan Bung Karno dalam sebuah pantun. Disampaikan saat perayaan dwidasawarsa Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA) pada 28 September 1965.

"Bunyinya adalah

Siapa bilang saya dari Tegal

Saya dari Majalengka

Siapa bilang revolusi kita gagal

Sebab kita punya PNKA," ujar Megawati.

Mewakili keluarga, Megawati menyampaikan rasa terima kasih yang besar terhadap PT KAI yang telah membangunkan patung Bung Karno itu.

"Sekali lagi terima kasih banyak dan saya mengucapkan bismillahirohmanirohim, maka peresmian patung Ir Soekarno di polder stasiun Tawang Semarang, resmi dibuka," pungkas Megawati sambil menekan tombol secara virtual.

Megawati Soekarnoputri hadir secara virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, dengan didampingi Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Keluarga besar Bung Karno lainnya hadir secara virtual dari tempatnya masing-masing. Termasuk Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo dan Ketua DPR Puan Maharani, Selain itu, hadir juga Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang 'Pacul' Wuryanto, dan pengurus PDI Perjuangan lainnya.

Pihak PT KAI pun hadir. Di antaranya Komisaris Utama PT KAI KH Said Siradj, Dirut PT KAI Didiek Hartyanto dan mantan Direktur Utama KAI Edi Sukmoro.

Patung itu sendiri dibuat oleh seniman Ketut Winata. Megawati mengekspresikan rasa penasarannya ingin melihat wujud patung Bung Karno itu.

  • Tinggalkan Komentar