IMG-LOGO
Sedang Hangat: DPD PDI Perjuangan Lakukan Persiapan Teknis Pengumuman Cakada Serius Hadapai Pilkada, BSPN Daerah Mulai Adakan Pemeta'an Pilkada Sumut Tak Main-main Kawal Rekom DPP, Banteng Medan Timur Asah Tanduk

Bicara Ketahanan Pangan, Joune-Kevin Dinilai Siap Adu Gagasan dan Adu Program

Redaksi

Minahasa Utara - Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda-Kevin Lotulung, menabuh genderang Pilkada 2020 dengan membuka gagasan membangun Minahasa Utara di bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan.

Melalui siaran pers yang dikirimkan kepada awak media pekan lalu, pasangan Joune-Kevin kembali mengingatkan bahwa Kabupaten Minahasa Utara termasuk isu strategis rencana pembangunan jangka pendek menengah (RPJM).

"Kami, Joune-Kevin, siap mengembangkan dan mengawal pembangunan lumbung pangan di Minahasa Utara," demikian siaran pers pasangan Joune-Kevin, Sabtu (11/7/2020).

Dalam keterangannya, pasangan calon (Paslon) ini memaparkan dengan singkat rencana percepatan pengembangan lumbung pangan terintegrasi (food estate) di luar Pulau Jawa, secara khusus di Minahasa Utara.

Joune-Kevin juga bicara bagaimana meningkatkan kesejahteraan para petani hingga pengembangan komoditi, lokasi strategis, hingga rencana penguatan cadangan barang strategis nasional sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, menilai para calon kepala daerah harus memiliki visi dan misi yang berkelanjutan terkait ketahanan pangan. Pilkada 2020, kata dia, adalah momentum terbaik bagi para kandidat, terutama di daerah dengan iklim mendukung lumbung pangan.

Gagasan dan program kandidat harus benar-benar sampai ke masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Visi dan misi ketahanan pangan juga disesuaikan dengan sumber pangan yang menjadi andalan daerah tersebut.

Visi misi lumbung pangan juga harus memiliki keberlanjutan, tidak saja program instan, tetapi dapat dirasakan hingga anak cucu.

"Penting juga untuk membuat program pembiayaan khusus petani," kata Dedi di Jakarta, Minggu (12 Juli 2020).

Cara-cara Baru

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, mengatakan visi dan misi di sektor ketahanan pangan harus dilihat dari gagasan dan program yang akan dibangun. Strategi kampanye yang jitu dibutuhkan untuk bisa mengambil hati pemilih.

Perlu diketahui bahwa 270 daerah yang akan menggelar Pilkada diikuti oleh petahana yang jumlahnya lebih dari 90 persen. Secara politik, kata dia, petahana akan mudah menang sehingga strategi kampanye harus mumpuni.

"Maka persoalan kampanye di sektor pertanian, misalnya, itu harus benar-benar digenjot. Dan, tentu saja Pilkada memiliki karakter berbeda di setiap daerah," ujarnya.

Ujang mencontohkan, di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura), tentu akan memiliki strategi kampanye berbeda dengan wilayah lain, misalnya, di luar Pulau Jawa dalam hal ketahanan pangan. Artinya, Paslon harus benar-benar memahami kondisi psikologis masyarakat yang membutuhkan segala hal untuk bercocok tanam, beternak, atau berkebun.

"Bagaimana panen, bagaimana mengaliri sawah, bagaimana petani mendapat pengetahuan, modal, pupuk, dan sebagainya harus diketahui masyarakat. Terlebih sekarang era teknologi. Nah, itu semua akan jadi faktor bagi pemilih."

Paslon juga diimbau menggunakan cara-cara baru untuk meraih pemilih. Salah satu cara kampanye adalah kombinasi online dan offline atau bisa juga disebut kampanye di udara dan kampanye di darat. Menurut Ujang, kampanye di udara harus sinkron dengan kampanye di darat. Terutama saat Paslon sosialisasi program dan turun ke lapangan.

"Memang kampanye darat itu masih sangat menentukan sampai 70 persen, tapi cara-cara baru memperluas program dan gagasan perlu. Media sosial juga menentukan dalam meraih suara pemilih muda. Misalnya konten-konten pertanian disebarluaskan secara online."

  • Tinggalkan Komentar