IMG-LOGO
Sedang Hangat: Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Terima R.APBD T.A 2021 Dengan Beberapa Catatan JAMAN Relawan Jokowi All out dukung Bobby-Aulia, Ini Alasanya Meryl : Saksi Harus Bisa Mendeteksi Sekecil Apapun Kecurangan Di TPS

Didapuk Jadi Pendamping Iwan Sembiring Depari Dalam Pilkada Karo, Ini Profil Budianto Surbakti

Redaksi

Iwan Sembiring Depari dan Budianto Surbakti resmi maju sebagai pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Karo dengan perahu PDI Perjuangan. Rekomendari dari partai berlogo moncong putih telah mereka kantongi sebagai tiket untuk maju ke Pilkada Serentak 2020.

Namun siapa sebenarnya Budianto ini? Seperti apa profilnya? Berikut data yang kami peroleh.

Namanya Budianto Surbakti. Dia seorang insinyur sekaligus telah menuntaskan pendidikan tinggi setingkat S2 dan meraih gelar MM. Masa remajanya banyak menempa dan memotivasi dirinya untuk menjadi seorang pemenang dalam hidup.

Budianto adalah anak sulung dari 4 bersaudara. Sebagai anak sulung, ia belajar hidup mandiri dan menjadi sosok pekerja keras. Kemandirian dan sikap kerja keras itu ia serap dari didikan orangtuanya Pt Em Dalam Surbakti dan Intan Br Sembiring Pelawi.

Selain membantu orangtua sejak kecil, kehidupan spiritualnya juga tak pernah ia tinggalkan. Ibunya mengharuskan mereka untuk rajin mengikuti ibadah Minggu semenjak masa KAKR di GBKP Km 4 Padang Bulan, Medan.

Sambil sekolah, ia aktif mengikuti kegiatan Permata (kaum muda gereja) dan menjadi Ketua Pengurus Rohani Kristen di SMA Negeri 4 Medan pada 1988-1990.

Sejak kecil, Budianto rajin membantu orangtuanya yang membuka kedai kopi di samping Pajak Sore Padang Bulan Medan (Bioskop Hirako). Sering kali, kedai mereka masih buka hingga tengah malam.

Saat berjualan di kedai kopi ayahnya yang dekat dengan kampus USU (Universitas Sumatera Utara) itu, ketika itulah Budianto berkesempatan bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang termasuk para dosen/guru sekolah yang minum di kedai mereka.

Sambil melayani pelanggannya, Budianto suka mendengar cerita sukses para pengunjung kedainya. Dari mendengar cerita-cerita orang, terbersit ide dan tekad baginya untuk merantau menuntut ilmu dan mengejar sukses ke Pulau Jawa, usai menamat SMA.

Budianto berkeyakinan, kehidupan keluarganya harus berubah menjadi lebih baik, serupa ulat kepompong yang mau berubah menjadi kupu-kupu indah, harus mengalami penderitaan dan perjuangan dahulu baru sukses.

Setelah menamatkan pendidikannya di SMA Negeri 4 Medan pada 1990, pria kelahiran Sei Batang Serangan, Langkat, 28 Agustus 1971 ini berangkat ke Pulau Jawa untuk menuntut ilmu. Namun keinginannya kuliah di ITB tak terpenuhi walau sudah test UMPTN 3 tahun dan gagal lulus.

Baginya kegagalan bukan untuk ditangisi tetapi jalan sukses yang tertunda. Selama masih ada kemauan dan tekad yang kuat untuk belajar, tidak boleh kapok.

Saat merantau dan menumpang di rumah saudaranya di Bandung, Budianto tahu menempatkan dirinya sambil terus belajar dan belajar lagi.

Ia bangun pagi lebih dulu dari pada yang punya rumah dan mengerjakan pekerjaan yang bisa dikerjakannya. Untuk menambah uang saku, karena terbatas uang kiriman dari orangtua, dia menyambi sebagai guru les privat untuk anak SD dan SMP.

Pada1992, dia memutuskan meninggalkan Bandung dan akhirnya diterima kuliah di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Politeknik Universitas Indonesia, Depok.

Keaktifannya di lingkungan gereja sudah mendarah daging. Sambil kuliah, Budianto menjadi Guru Sekolah Minggu di GBKP Depok. Ia juga aktif di persekutuan kampus. Dia juga aktif di kegiatan Permata dan dipilih menjadi Ketua Permata Klasis Jakarta periode 1999-2002.

Di lingkungan kampus UI, dia menjadi pengurus Pusat Persekutuan Oikumene antar Fakultas se-Universitas Indonesia dan kegiatan mahasiswa lainnya.

Dalam berorganisasi di Permata GBKP ini, mental Budianto ditempa dan belajar menjadi seorang pemimpin sejak muda. Ia percaya, Firman Tuhan, yang mengatakan, barangsiapa setia kepada perkara-perkara kecil, maka kepadanya akan diberikan perkara-perkara besar (Lukas 16:10).

Di lingkungan Permata GBKP itu pula, ia bertemu dengan perempuan belahan jiwanya yang kemudian dipersunting menjadi pendamping hidupnya. Perempuan itu tak lain, Serininta Br Siregar Bere Peranginangin Sinurat yang saat itu juga merupakan mahasiswa jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, UI.

Mereka sama-sama aktif di Permata GBKP. Nora ini pernah menjadi Ketua Permata GBKP Runggun Depok saat mahasiswa.

Seusai menyelesaikan kuliah di Politeknik UI, Budianto langsung bekerja di perusahaan asing dari Prancis PT Schneider Indonesia yang bergerak di bidang kelistrikan dunia. Memulai dari level bawah sebagai Design Engineer, Budianto bekerja dengan tekun. Semua pekerjaan yang dilimpahkan kepadanya selalu diusahakan dikerjakan dengan baik.

Baginya kepercayaan yang diberikan harus dijaga sebaik-baiknya. Dia terinspirasi dari nasehat seniornya bahwa untuk mendapat perhatian dan meraih kepercayaan pimpinan, bekerjalah melebihi target yang diberikan.

Delapan belas tahun dia bekerja di perusahaan asing tersebut dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Direktur Sales Power Generation/Energi Indonesia. Dia juga memperoleh apresiasi dari pimpinannya karena berhasil bernegosiasi bisnis dengan berbagai pihak asing yang selama ini dinilai sulit untuk mencapai suatu kesepakatan, misalnya dari negara Jepang dan India.

Dalam kesibukannya bekerja termasuk melakukan perjalanan bisnis ke berbagai belahan dunia, anggota Persatuan Insinyur Indonesia ini tak lupa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Karena baginya ilmu sangat penting dalam menjalani hidup. Dia memutuskan menimba ilmu meraih gelar sarjana (S1) dengan kuliah sambil bekerja di Fakultas Teknik Universitas Indonesia Jurusan Teknik Industri lulus tahun 2004 dan melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Gajah Mada dengan konsentrasi Manajemen Strategis, lulus 2008.

Saat ini dia juga sedang menimba ilmu sebagai mahasiwa S3 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Selain bekerja di perusahaan asing itu, dia juga memiliki berbagai kegiatan bisnis lainnya.

Tim Humas Moderamen GBKP ini juga memperdalam pengetahuannya dengan mengikuti berbagai pelatihan dan seminar di dalam dan luar negeri seperti pelatihan manajemen proyek internasional di Malaysia, keterampilan kepemimpinan, keterampilan presentasi dan komunikasi, 8 etos kerja, Seven Habits, dan lainnya.

Ayah dari Josephine Ilona Surbakti ini juga pernah bekerja di perusahaan asing yang bergerak bidang listrik milik Belgia. Di sana ia menduduki jabatan Senior Regional Sales Manager Power untuk wilayah Asia Tenggara. Namun hanya bertahan 3 tahun. Saat ini ia tetap bekerja di PT Comeca Indonesia perusahaan dari Prancis yang bergerak di bidang kelistrikan. Dia dipercaya menjadi Senior Sales Manager Power dan Infrastruktur untuk Indonesia.

Dia bekerja dengan sepenuh hati, bersikap rendah hati dan berupaya berteman dengan semua orang. Karena baginya, peluang akan terbuka lebar bila orang senang pada kita. Bergaul dengan orang asing tidak membuat Ketua DPP HMKI (Himpunan Masyarakat Karo Indonesia) ini lupa dengan akar budayanya. Dia tak malu menunjukkan jati dirinya sebagai orang Karo.

Dia juga berupaya memperdalam pengetahuannya tentang adat istiadat Karo. Prinsip tolong-menolong yang sangat dirasakan pengaruhnya selama dalam perantauan, tak dilupakannya dengan keberadaannya saat ini. Tinggal di Depok, keluarganya sangat terbuka bagi orang yang ingin menumpang atau tinggal di rumahnya.

Dia juga berupaya membahagiakan orangtuanya sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan mereka untuk menyukseskan anak-anaknya.

Kini, selain bekerja di perusahaan asing, Budianto juga sering dipanggil menjadi narasumber seminar terutama di lingkungan gereja khususnya untuk kaum muda/Permata. Semangat, pengalaman dan kegigihannya dinilai bisa membangkitkan motivasi.

Karena baginya, keberadaannya saat ini tak lepas dari kerja keras, gigih serta anugerah dari Tuhan. Ora Et Labora, bekerja dan berdoa adalah prinsipnya dalam hidup, dan pada 27 Juli 2020 di pilih sebagai salah satu Ketua Karo Depok Bersatu.

Kesuksesan menurut Pertua (Pt) di GBKP Lenteng Agung Depok ini tidak datang dengan serta merta, tetapi harus diperjuangkan dari bawah hingga akhirnya bisa mencapai jenjang yang lebih tinggi. Banyak tantangan yang dihadapi, terserah kepada orangnya apakah menyerah kalah atau berjuang menjadi seorang pemenang dalam kehidupan.

Menanggapi pencalonan Budianto sebagai Bupati Karo, Hendra Gunawan Tarigan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deli Serdang yang kampung halamannya di Desa Kutambelin Kecamatan Tiga Panah, Tanah Karo ikut angkat bicara.

Melihat pertarungan pilkada di Karo, dengan para kandidat yaitu peserta pilkada yang lalu-lalu juga, kata Hendra Tarigan yang Juga Pengurus DPD Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Sumut, kita sangat bersyukur karena PDI Perjuangan menawarkan calon pemimpin yang baru dan segar. Calon Bupati dan Wakil Bupati yang kaya akan pengalaman di dunia profesional dengan integritas teruji, ini menjadi angin segar perubahan untuk Karo yang lebih baik.

Sebab, kata Hendra, tantangan masyarakat Karo yang tengah dilanda erupsi Sinabung dan pandemi Covid-19, kehadiran calon bupati dari PDI Perjuangan diyakini bisa memberi solusi. Apalagi PDI Perjuangan sebagai pemenang pemilu legislatif dengan 8 Anggota DPRD Karo, 2 Anggota DPRDSU dari Dapil Karo serta 3 Anggota DPR RI Dapil Karo. “Kita berharap apabila Bung Iwan dan Bung Budianto jadi Kdh bisa cepat bersinergi, komunikasi untuk politik anggaran ke Kabupaten Karo,” pungkasnya

  • Tinggalkan Komentar