IMG-LOGO
Sedang Hangat: Hj. Megawati Sukarnoputri : Selamat merayakan kemenangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H Sambut Idul Fitri H. Darma Wijaya Adakan Daging Bersubsidi Untuk Masyarakat

Hj. Fitriani : Disinfektan dan Hand Sanitizer Yang Saya Berikan Sudah Sesuai Standart

Hj. Fitriani Manurung, S.Pd. M.Pd. mengapresiasi pernyataan Prof. Albinus Silalahi M.S. guru besar Unimed terkait wabah Covid-19.

Redaksi

Medan - Ketua Majelis Taklim DPC PDI Perjuangan Kota Medan bersikap positif terhadap upaya keterbukaan Prof. Albinus Silalahi MS, dimana beliau di dalam tulisan yang diunggah di akun Facebooknya, Senin (30/03/2020) menyatakan bahwa disinfektan yang diformulasikan dengan tepat efektif untuk membunuh mikroorganisme yang ditargetkan namun tidak berbahaya bagi manusia, bila tidak sampai terhirup melampaui batas atau terminum.

“Pada umumnya dan pada dasarnya, desinfektans diformulasi dengan setepatnya pada konsentrasi yang secukupnya untuk efektif mematikan mikroorganisme yang ditargetkan namun tidak sampai berbahaya bagi (kulit) manusia (kalau tidak sampai terhirup melampaui batas atau terminum).” Tulis Prof. Albinus Silalahi MS di akun media sosialnya.

Menurut Prof. Albinus, semua mikroorganime adalah sel-sel atau mahluk hidup. Jadi, masih menurut beliau, efektifitas suatu disinfektan adalah apabila mikroorganisme yang ditargetkan dapat mati.

Sementara, dalam tulisan yang diunggah tersebut, Prof. Albinus menjelaskan bahwa Covid-19 bukanlah virus yang berupa mikroorganisme (mahluk hidup), melainkan biomolekul. Virus corona (Covid-19) merupakan kapsul yang mengelilingi RNA sebagai biomolekul materi genetik dan protein, yang terlapis lemak atau lipid (bukan sel hidup).

“Jadi virus corona adalah biomolekul yang hanya kalau berada dalam sel inang (dalam sel manusia) dapat menggandakan diri dengan peran RNA nya sehingga sel-sel manusia yang mengandungnya menjadi sakit. Kalau di luar sel inang tidak akan dapat menggandakan diri karena bukan sel hidup.” terang Prof. Albinus, melalui tulisannya.

Mengenai disinfektan yang digunakan, Prof. Albinus menanyakan tentang disinfektan apa yang rencananya akan digunakan? Apakah disinfektan tersebut dapat merusak konformasi struktur sekaligus merusak struktur primer biomolekul Covid-19 menjadi residu-residunya, agar hilang bioaktivitasnya sebelum menempel ke internal sel-sel inang (sel-sel manusia)?

“Kalau desinfektans tersebut hanya mampu merusak konformasi strukturnya (terdenaturasi), meskipun dengan kerusakan konformasi ini telah hilang bioaktivitasnya, masih berpotensi kembali ke konformasi semula (renaturasi) sehingga juga kembali memiliki bioaktivitas semula. Kalau hanya sekedar terdenaturasi karena sewaktu desinfektans tersebut disemprotkan dan suhu ruangan dinaikkan, nanti kalau desinfektansnya menguap dan/atau suhu ruangan diturunkan maka akan terjadi juga renaturasi.”tambah Prof. Albinus.

Dalam tulisannya, Prof. Albinus menerangkan bahwa biomolekul Covid-19 akan rusak strukturnya dalam alkohol 65 % sehingga hilang bioaktivitasnya. Bio molekul juga bisa rusak jika terkena sabun, sebab sabun dapat merusak struktur biomolekul virus corona.

“Telah diketahui bahwa Biomolekul Covid-19 akan rusak strukturnya dalam alkohol 65 % sehingga hilang bioaktivitasnya; tangan berlemak (bervirus corona yang berlemak/berlipid) dapat bersih (tangannya) kalau dicuci pakai sabun (sabun dapat merusak struktur biomolekul virusnya). Jadi tidak tepat istilah ‘virus corona mati’ karena bukan mahluk hidup. Sekiranya virus corona merupakan sel bakteri hidup, urusan pengobatan kita kalau tertular tinggal mencari senyawaan pembunuh bakteri yang tepat, yaitu ‘antibiotik’.” Tulis Prof. Albinus.

Tulisan yang diunggah tersebut menuai banyak respon dan apresiasi.

Kepada awak media, hari ini Selasa (31/03/2020) Hj. Fitriani Manurung S.Pd M.Pd mengatakan sangat mengapresiasi Prof. Albinus Silalahi. Secara aktif Hj. Fitriani ikut melaksanakan kegiatan cegah Covid-19 di hampir semua sudut kota Medan. Bersama tim, kandidat calon doktor ini berusaha membantu pemerintah untuk memberikan edukasi dan bantuan pada masyarakat.

 

Hj. Fitriani mengatakan disinfektan atau body sanitizer dan hand sanitizer yang selama ini ia berikan sudah sesuai dengan apa yang disampaikan Prof. Albinus.

Kandungan yang terdapat di dalam body sanitizer sudah memenuhi standart, memiliki kandungan yang lengkap terdiri dari ethanol 96%: 8,333 ml, hidrogen peroksida 3%: 417 ml, gliserin 98%: 145 ml, dan 1 liter air suling steril (distiled water). Distiled water, atau air yang steril bisa didapat dengan merebus air dan mendinginkannya untuk pencegahan penularan Covid-19.

"Kami akan terus melakukan upaya-upaya untuk membantu pemerintah, semua dilakukan semaksimal mungkin. Mudah-mudahan wabah ini dapat segera berakhir," ujar Ketua Majelis Taklim DPC PDIP kota Medan ini.

  • Tinggalkan Komentar