IMG-LOGO
Sedang Hangat: DPD PDI Perjuangan Lakukan Persiapan Teknis Pengumuman Cakada Serius Hadapai Pilkada, BSPN Daerah Mulai Adakan Pemeta'an Pilkada Sumut Tak Main-main Kawal Rekom DPP, Banteng Medan Timur Asah Tanduk

Menelaah Perjalanan Ruang Berpikir Sosok di Balik Kemerdekaan Indonesia

Oleh : Asdius Manulu (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unika Santo Thomas Medan)

Redaksi

Soekarno, satu dari sekian banyak tokoh besar kelas dunia yang dimiliki bangsa Indonesia. Dialah proklamator Indonesia bersama-sama dengan Mohammad Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Tak hanya dikenal sebagai proklamator dan Presiden pertama Indonesia, Soekarno banyak melahirkan gagasan-gagasan yang menjadi pondasi berdirinya bangsa Indonesia.

Dimulai dari Pancasila yang ia cetuskan menjadi dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945. Ada juga Marhaenisme, sebuah asas sekaligus alat yang ia pakai untuk mengubur sistem kapitalisme maupun imprerialisme di Indonesia. Ada juga Sarinah. Sosok perempuan biasa tetapi mengajarkan Soekarno tentang cinta kasih yang luar biasa.

Dari Sarinah Soekarno belajar mencintai rakyat. Beliau terlahir dari rakyat biasa, tetapi mempunyai kebijaksanaan yang tak terukur. Sarinah adalah perempuan paruh baya dari desa yang mengasuh Sukarno kecil. Begitu membekasnya sosok Sarinah, Sukarno mengabadikannya sebagai nama gedung pusat perbelanjaan modern pertama di Indonesia.

Soekarno Dalam On Going Formation Ongkoloro

Mojokerto tempat pendidikan Soekarno kecil, tempat ayahnya mengajar. Soekarno kecil melanjutkan di sekolah dasar inlandsche school hingga kelas lima. Kemudian, melanjutkan pendidikan menengah di Europeeche Lagere Schoolsurabaya. Pada tahun 1915 masuk sekolah Hoogere Burger School hingga lulus 1921. Selama mengemyam pendidikan di HBS, Soekarno kecil mondok di rumah haji Oemar Said Tjokoaminoto, ketua Sarekat Islam.

Tjokoaminoto adalah seorang orator ulung yang memiliki pengaruh besar bagi Soekarno. Sambil mengaji di pondok, para tokoh pergerakan sering berdiskusi di rumah dimana Soekarno tinggal. Secara langsung pendidikan politik dikunyah secara cuma-cuma. Para tokoh dimaksud adalah Agus Salim, Suwardi Surjaningrat dan Tjipto Mangunkusumo.

Pada tahun 1918, Soekarno bergabung dengan Jong Java di Surabaya. Kemampuan orasi Soekarno mulai diperhitungkan kalangan pergerakan nasional setalah artikel Oetoesan Hindia Milik Sarekat Islam diterbitkan Soekarno. Tahun 1921 awal karier Ssoekarno dalam dunia arsitek. Techniche Hogoeschool Bandung (ITB) tempat kuliah setelah dinyatakan lulus dari HBS.

Soekarno dihadapkan pada poleklemik Pancasila. 1 juni 1945 sebagai tanggal lahirnya Pancasila. Pancasila adalah nama dasar negara Indonesia merdeka, dalam perumusan dan sistematika serta metode berpikir usulan dasar negara Soekarno tidak sama dengan dasar negara yang disahkan dalam pembukaan UUD 1945. Sebab menyusun dan merumuskan negara Indonesia jika sudah merdeka merupakan tugas dari BPUPKI, meskipun Soekarno diangkat sebagai anggota panitia sembilan.

Pada 22 Juni 1945 BPUPKI membuat rancangan UUD yang dinamakan Piagam Jakarta. Kemudian dalam rapat BPUPKI pada 1 Juli 1945, Soekarno menyatakan dengan lugas tentang satu dasar negara Indonesia. Selanjutnya mengajukan lima butir pemikiran dasar negara, ke-5 butir itu adalah; kebangsaan indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Kelima butir itu dinamakan Pancasila, berbicara atas pernyataan ini para audens rapat setuju atas gagasan ini. Hari tersebut dinamai hari lahirnya Pancasila yang dikemudian hari ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Penjara dan pembuangan merupakan kembar siam yang selalu saja melekat pada rutinitas Soekarno. Pada 18 Agustus 1930, Soekarno, Maskun, Supriadinata dan Gatot Mangunraja ditangkap. Dalam keputusan landraad, Soekarno divonis 4 tahun penjara, selanjutnya dimasukkan ke penjara Sukamiskin, Bandung. Penangkapan ini ditunggangi oleh gencarnya propaganda politik yang dilakukan oleh Soekarno, baik PNI maupun PPKI menjadi kekuatan politik yang sangat besar, oleh pemerintah Hindia Belanda hal ini dianggapnya sebagai satu acncaman.

Tanggal 14 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad hatta kembali ke Jakarta. Baru sehari di Jakarta, pada 15 Agustus dinihari keduanya diculik oleh para pemuda radikal dan dibawa Rengasdengklok, Karawang. Mereka yang melakukan aksi penculikan itu adalah kelompok pemuda menteng 31 yang sebenarnya adalah pemuda-pemuda didikan Soekarno sendiri.

Adapun tujuan dari penculikan ini adalah desakan untuk segera sesegera mungkin menyatakan proklamasi kemerdekaan dengan tanpa menunggu terlebih dahulu pada lampu hijau dari pihak Jepang. Sekembalinya ke Jakarta, 17 Agustus 1945 pukul 10 pagi, proklamasi kemerdekaan Indonesia dinyatakan dengan mengatasnamakan rakyat Indonesia, satu hari setelahnya dalam sidang PPKI memberlakukan UUD 1945 sebagai dasar negara dan menunjuk Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dengan sistem presidensial.

Pada 5 tahun terakhir sebelum akhirnya meninggal pada hari Minggu, 21 juni 1970 di RSAD Gatot Subroto, Jakarta dengan status tahanan politik, sistem kekebalan Soekarno telah menurun sejak bulan Agustus 1965. Pada tahun 1961 dan 1964 menjalani perawatan ganguan ginjal di Wina, Austria, Soekarno menolak permintaan Prof. Dr K Fellinger agar ginjal kiri diangkat dan lebih memilih pengobatan tradisional. Adapun permintaan terakhir agar proses pemakaman dilaksanakan di Istana Batu Tulis Bogor. Berdasarkan penetapan Keppres RI No. 44 tahun 1970, presiden Soeharto memilih kota Blitar, Jawa Timur sebagai lokasi pemakaman Soekarno disamping makam ibunya, kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.

Kapitalisme, Imperialisme dan Marxisme Dalam Ruang Berpikir Soekarno.

Pidato-pidato maupun tulisan-tulisan Soekarno sering diwarnai kritik terhadap kapitalisme maupun imperialisme hingga akhir kekuasannya. Misalnya “Hancurkan segera kapitalisme yang dibantu budaknya imperalisme, dengan kekuatan Islam Insya Allah itu segera dilaksanakan” yang termuat dalam artikel pertamanya dalam surat kabar milik Sarekat Islam.

Di lain kesempatan, Soekarno meyakini bahwa Indonesia telah merdeka, yang memegang tampuk pemerintahan adalah bukan pengikut-pengikut kapitalisme maupun imprealisme. Kalau tidak, tidak mungkin tercipta masyarakat yang adil dan makmur, tanpa ada penghisapan manusia maupun atas manusia

Kapitalisme dalam ruang kerjanya menjadi biang kemiskinan dan kesengsaraan. Sistem dimaksud mengeksplotisasi sesama. Pernyataan penguasa Belanda atas rakyat Indonesia cukup hidup dengan pendapatan segobang sehari, pernyataan yang di luar asas kemanusiaan dalam ruang berpikir Soekarno, sebab imprerialisme merupakan paham diatas suatu nafsu atau imprealisme kerabat dekat kolonialisme. Kolonialisme kuno pada masa VOC dan kolonialisme modern pada masa Hindia Belanda. Adanya imperialisme ini sebagai nafas hidup dari kapitalisme. Inilah suatu sistem mengekploitasi asas kemanusiaan dan cukup berpengaruh pada pertahanan di bidang ekonomi.

Apakah pengaruh kolonialisme yang diadakan dalam kurun waktu lama oleh penjajah? Asas pada sistem yang berlangsung selama ratusan tahun bersendi atas kesuburan tanah, jumlah tenaga kerja berlimpah ruah dan memiliki tingkat suku nilai ekonomis terjun bebas. Tidak banyak memberi ruang gerak untuk bekerja di luar bidang agraria.

Di samping hal dimaksud, muncul fenomena peningkatan permintaan tenaga kerja perkebunan semakin meningkat, padahal tanah garapan semakin menyempit. Hal ini membuat posisi sosial ekonomis penduduk daerah pedesan menjadi lemah karena mereka turun derajat dari petani menjadi buruh di pedesaan. Istilah populernya Soekarno, marhean. Kata ini merupakan simbol penderitaan, akibat penjajahan yang dialami rakyat indonesia selma ratusan tahun.

Marheanisme Sebagai Teori Perjuangan

Soekarno menggunakan Marheanisme sebagai alat untuk mengubur sistem kapitalisme maupun imprerialisme dari ibu pertiwi Indonesia yang kaya sumber alamnya, akan tetapi rakyat bercumbu dengan kemiskinan. Asas berpikir ini juga berpengaruh pada tidak diberikannya izin pertambangan bumi Cendrawasih. Dimana konsep Marhean mewakili sebagian besar anggota masyarkat yang sengsara dan tertindas. Sedangkan proletar hanya mencakup sedikit anggota masyarakat saja.

Hal yang membedakan keduanya ialah kaum Marhean memiliki alat produksi, tetapi kaum proleter tidak memiliki alat produksi dan hanya menjual jasa. Melalui tulisannya swadeshi dan massa-aksi di Indonesia pada majalah Soeloeh Indonesia Muda 1932, Soekarno melukiskan akibat kehadiran penjajahan tidak berpeluang lahirnya kelas menengah dalam artian ekonomi, lain halnya dengan India.

Imprealisme dituduhkan sebagai biang kehancuran perdangan pribumi. Hal ini terpampang jelas pada sistem perdangan Jawa yang tidak mengalami perkembangan, mandeknya bidang ekonomi dirintangi bangsa Portugis maupun kompeni dagang Hindia Belanda Timur dengan menempuh jalur kekerasan.

Secara gamblang mentalitas dagang pun dikubur sedalam samudra. Pada akhirnya Indonesia dijadikan sebagai sumber bahan mentah, tempat eksploitasi dan pasaran potensial. Sudut pandang imprealisme kuno dan modern menempatkanpotensial sumber daya alam dalam kurungan ruang dikotonomi. Negara penjajah bertahan selama-lamanya agar dapat menguras sebanyak mungkin sumber daya alam, sedangkan negara terjajah ingin secepatnya membebaskan diri dari cengkeraman nafsu imprealisme.

Soekarno kurang bernafsu meninjau hal nilai positif yang terkandung pada imprealisme. Pada sudut pandangnya imprealisme memiliki segudang senjata tipu daya. Begitujuga terhadap penghisapan ekonomi, diskriminasi dan penghancuran nilai-nilai sosial yang memboncengi imprealisme. Itu adalah salah satu bentuk pandangan politik yang tetap di pertahankannya.Tak cukup di pinggir itu saja, Soekarno berdiri dengan beberapa paham yang meracuni ruang berpikirnya diantaranya; nasionalime, marxisme, Islam. Ini sungguh pemandangan yang cukup dianggap gila namun inilah citra Ir Soekarno yang unik muara dari isme.

 

Artikel ini ditulis untuk mengikuti lomba menulis artikel oleh DPD PDI Perjuangan Sumut dalam rangka memeriahkan Bulan Bung Karno

  • 1 Komentar

    1. Salut untuk semua tokoh-tokoh di balik kemerdekaan Indonesia

    Tinggalkan Komentar