IMG-LOGO
Sedang Hangat: Meryl : Saksi Harus Bisa Mendeteksi Sekecil Apapun Kecurangan Di TPS Djarot : Saksi Adalah Ujung Tombak Pemenangan Pilkada PDI Perjuangan Sumut DPD PDI Perjuangan Sumut Mulai Distribusikan Buku Saku Saksi

Pembangunan Rehabilitasi Pasar legi Solo Dimulai  

Redaksi

Pasar Legi Surakarta yang dibangun oleh Mangkunegara I atau Raden Mas Said merupakan pasar induk bersejarah di Kota Surakarta. Awalnya berupa los sederhana, pada 1936 dibangun permanen oleh Mangkunegara VII dan 1992 direnovasi seperti bangunan pasar tradisonal modern.

Namun pada 29 Oktober 2018, pasar yang menjadi jujugan jual beli hasil bumi skala besar di eks Karesidenan Surakarta, terbakar akibat arus pendek listrik di kios lantai dua mengakibatkan 250 kios habis terbakar.

Usai menunggu selama 2 tahun berkat perjuangan dan kerja keras Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dan jajaran Pemkot Surakarta, Jumat (20/11), digelar peletakan batu pertama pembangunan rehabilitasi Pasar Legi di halaman bekas kebakaran oleh Wali Kotadiikuti Wakil Wali Kota, Ahmad Purnomo, Sekda, Ahyani dan para anggota Forkopimda Surakarta.

Wali Kota menyambut baik akhirnya perjuangan membuahkan hasil dengan dimulainya rehabilitasi Pasar Legi oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) Urban dengan 13 bulan pengerjaan sehingga akhir 2021 bangunan pasar siap ditempati.

"Saya berharap pembangunan Pasar Legi tepat waktu, tepat mutu dan tidak ada yang mengganggu. Pemkot Surakarta berkomitmen semua kios pasar gratis tidak ada yang membayar. Dan pesan saya, nantinya apabila bangunan baru sudah jadi dirawat dan jangan sampai kebakaran lagi,” tandas Rudy.

Rehabilitasi Pasar Legi sebagai pasar induk hasil bumi di Surakarta, lanjut Rudy, merupakan upaya semaksimal mungkin Pemerintah Kota Surakarta dalam membantu para masyarakat selaku pedagang di Pasar Legi yang telah menunggu cukup lama kepastian pembangunan kembali tempat berdagang.

Anggaran dari Pemerintah Pusat untuk merehabilitasi Pasar Legi akhirnya turun berkat kerja keras semua pihak khususnya Pemkot Surakarta. Anggaran yang turun sempat terhambat lantaran adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Direktur Balai Pasarana Dan Permukiman Wilayah Jawa Tengah Cakranegara, mengatakan, Pemerintah Pusat segera mengucurkan dana usai refocusing anggaran supaya pasar bisa segera dibangun sehingga masyarakat bisa kembali berdagang.

"Kami segera menindaklanjuti dengan kepastian rehabilitasi Pasar Legi dengan ground breaking pada hari ini. Dan berharap pembangunan lancar sampai akhirnya bisa kembali dipakai,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Surakarta Heru Sunardi menambahkan, pasar akan dibangun 2,5 lantai di lahan seluas 20 ribu meter persegi. Dari lahan tersebut, hanya sekitar 10.800 meter persegi yang digunakan untuk bangunan. Sisanya berupa lahan terbuka.

“Ada perubahan dari desain awal, untuk mendukung protokol kesehatan, tiap pintu masuk lantai akan dibuatkan tempat cuci tangan permanen. Hal itu untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat dan mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

  • Tinggalkan Komentar