IMG-LOGO
Sedang Hangat: Hj. Megawati Sukarnoputri : Selamat merayakan kemenangan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Ucapkan Selamat Idul Fitri 1441 H Sambut Idul Fitri H. Darma Wijaya Adakan Daging Bersubsidi Untuk Masyarakat

Presiden Meminta Rapid Test Corona Dilakukan Pada Tenaga Medis Terlebih Dahulu

Redaksi

Jakarta - Jumlah pasien positif Corona semakin hari semakin meningkat. Petugas medis diminta berjaga dan menjadi garda terdepan untuk membantu masyarakat Indonesia memerangi wabah virus Corona.

Tak hanya itu, untuk membantu pasien positif Corona sembuh dari virus ini, tenaga medis mulai dari dokter hingga perawat dan petugas medis lainnya juga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Salah satunya dengan rapid test Corona.

Presiden Joko Widodo juga telah memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan rapid test dimulai dari Jakarta. Tak hanya masyarakat, Jokowi juga mengimbau agar petugas medis menjadi prioritas dalam rapid test ini.

"Pagi tadi saya perintahkan Menkes untuk rapid test yang diprioritaskan adalah dokter dan tenaga medis serta keluarganya terlebih dahulu," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (24/3).

Prioritas kedua yang didahulukan untuk rapid test adalah orang dalam pemantauan (ODP) serta pasien dalam pengawasan (PDP) virus Corona. Selain itu, keluarga para dokter, tenaga medis, ODP, dan PDP.

Pernyataan Jokowi ini adalah menjawab pertanyaan terkait wacana anggota DPR dan keluarganya yang akan menjalani rapid test. Rencananya anggota DPR akan menjalani rapid test dengan menggunakan uang urunan mereka.

Memang dalam situasi saat ini tenaga medis sangat membutuhkan rapid test. Hal ini untuk memastikan agar mereka memiliki kekuatan untuk menjadi garda terdepan melawan virus Corona yang kini jadi pandemi.

Selaras dengan perintah Presiden Jokowi, Kepala Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB, Doni Monardo, menekankan hal yang sama. Dia meminta agar seluruh kepala daerah memastikan bahwa seluruh petugas medis di daerahnya mendapatkan rapid test Corona dan perlindungan kesehatan yang layak.

"Kemudian Bapak Presiden menekankan di sini bahwa prioritas untuk penggunaan rapid test ditujukan kepada pekerja medis karena merekalah orang yang paling rentan, yang paling terdepan, yang berpeluang akan terpapar," ujar Doni saat jumpa pers melalui siaran resmi Biro Pers Presiden, Selasa (24/3.

"Demikian juga kepada masyarakat yang berada di daerah-daerah zona yang rawan, karena sudah ada sebagian dari masyarakat di kawasan tersebut positif terkena COVID ini," sambungnya.

  • Tinggalkan Komentar