IMG-LOGO
Sedang Hangat: Bobby - Aulia Lepas Relawan Kolaborasi Untuk Menggalang Pemilih Door To Door   Keren! H. Darma Wijaya Lakukan Panen Padi Perdana Di Lahan Baru Bekas Sarang Tikus BSPN Maksimalkan Fungsi Guraklih Partai Untuk Pilkada Kota Medan 2020.

Repdem Papua Barat Mendukung Majelis Rakyat Papua Perjuangkan Cabup Orang Papua

Redaksi

Manokwari - Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD Repdem) Provinsi Papua Barat menegaskan bahwa Kebijakan Majelis Rakyat Papua untuk mendukung Orang asli Papua sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati wajib didukung semua pihak terutama partai politik.

Untuk itu Repdem Mendukung Penuh Calon Bupati Manokwari Hermus Indouw, Calon Bupati Manokwari Selatan Markus Waran dan Calon Bupati Fakfak Mervin Komber dalam Pilkada 2020.

"Kami Repdem Provinsi Papua Barat Sebagai Organisasi yang tentunya hadir untuk memperjuangkan hak-hak dasar Rakyat, salah satunya Hak Politik Rakyat Papua dan menyatakan sikap Mendukung Penuh Ketiga Calon Bupati tersebut " demikian ditegaskan Ketua DPD Repdem Papua Barat,  Dominggus Yable di Manokwari, Senin (10/8/2020).

Repdem Provinsi Papua Barat tentunya Memberikan Dukungan Penuh Kepada Ketiga Calon Bupati yang telah disebutkan di atas karena mereka adalah Representasi Putra Asli Papua sebagaimana tertuang dalam amanat  Otonomi Khusus (Otsus) dengan ditetapkannya Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua dan UU No. 35  Tahun 2008 tentang Otonomi Khusus bagi Papua Barat. Dalam keseharian nya, tiga kandidat calon bupati ini telah sungguh sungguh bekerja sesuai visi misi Repdem dalam semangat gotong royong membangun daerahnya.

"DPD Repdem Provinsi Papua Barat telah mengamati dinamika politik yang ada, Khususnya Calon Bupati Kabupaten Fakfak, dimana calon yang memperebutkan Rekomendasi Partai tinggal sisa dua calon, maka yang memenuhi semangat UU Otsus adalah Mervin Komber sebagai  salah satu Putra  Kabupaten Fakfak yang layak dan patut didukung oleh semua pihak terlebih Khusus dukungan dari Partai Politik" jelas Dominggus Yable.

Sebelumnya Majelis Rakyat Papua meminta partai politik mencalonkan orang asli Papua sebagai bentuk penghormatan terhadap Undang-undang Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Papua dan Undang-Undang No. 35 Tahun 2008 tentang Otonomi Khusus bagi Papua Barat.

  • Tinggalkan Komentar