IMG-LOGO
Sedang Hangat: Sutarto : Calon Kepala Daerah Siantar dan Sergai Akan Diumumkan Beberapa Hari Mendatang Terkait Pilkada, Djarot : 15 Kabupaten/Kota Sumut Akan Diumumkan Pada 17 Juli   Tutup Rangkaian Kegiatan Bulan Bung Karno, Ini Pesan Djarot!

Ribka Tjiptaning : Perlindungan Kepada Tenaga Medis Wajib.!

Redaksi

Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Penanggulangan Bencana Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah dan Manajemen Rumah Sakit Melindungi Tenaga Medis

Masih ada perawat hanya menggunakan jas hujan saat menanggani pasien positif tertular virus corona. Perawat yang bertugas menangani wabah diberi insentif berupa tambahan gaji. Mereka rentan tertular virus covid-19.

untuk itu Ribka Tjiptaning mendesak pemerintah dan manajemen rumah sakit untuk memberi peralatan perlindungan diri yang maksimal dari penularan virus covid-19 bagi tenaga medis, khususnya perawat. Saat ini, masih ada perawat mendapat fasilitas perlindungan yang tidak memadai.

"Saya menyaksikan masih ada perawat yang hanya menggunakan jas hujan saat menanggani pasien positif tertular virus corona. Saya sangat prihatin terhadap kondisi ini, betapa pun perawat adalah ujung tombak bagi penanganan pasien yang terinfeksi virus tersebut,” kata Ribka Tjiptaning, Selasa (17/3/2020).

Pernyataan anggota Komisi IX DPR RI itu dikeluarkan bertepatan dengan Hari Perawat Nasional yang jatuh pada hari ini, 17 Maret 2020.

Saya juga mendesak agar jajaran perawat yang bertugas menangani wabah itu diberi insentif, berupa tambahan gaji. Mereka rentan tertular virus covid-19,” tegas Ribka.

Saat wabah terjadi, Ribka menyebutkan data di China 1.700 tenaga medis, diantaranya perawat, tertular virus tersebut. Enam tenaga medis meninggal saat itu.

"Para dokter dan perawat mempertaruhkan nyawa mereka. Mereka ujung tombak dan paling berjasa dalam menangani wabah yang telah membunuh lebih dari 3000 orang. Atas perjuangan mereka, kini kita bisa menyaksikan di China wabah itu sudah mereda,” ungkapnya.

Ribka mengatakan telah banyak usaha yang dilakukan para perawat Indoneaia untuk memajukan profesinya, seperti yang dilakukan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mendesak Parlemen mengesahkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Hadirnya UU tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas, keterjangkauan, mutu pelayanan keperawatan, dan mempercepat keberhasilan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Indonesia.

  • Tinggalkan Komentar