IMG-LOGO
Sedang Hangat: Beri Kado HUT Ketum PDI Perjuangan, Kader PDI Perjuangan Sumut Tanam 74.000 Pohon DPD PDI Perjuangan Sumut Sampaikan Selamat Atas Gelar Doktor Bunda Fitri DPD PDI Perjuangan Sumut, Ucapkan Bela Sungkawa Atas Wafatnya Asner Silalhi

Ruben Tarigan Minta Erick Thohir Pecat Dirut PTPN III Abdul Gani, Ini Alasannya!

Redaksi

Medan - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatra Utara dari Fraksi PDI Perjuangan  Ruben Tarigan mendesak Mentri BUMN Erick Tohir untuk mencopot Direktur Utama  Holding  Perkebunan  PTP Nusantara III Muhammad Abdul Ghani dari jabatannya terkait kebijakan   melokalisir kasus pencurian asset negara   di Kebun PTP Nusantara III Kebun Sei Putih Sumatra Utara belum lama ini.

Melokalisir kasus penggelapan asset negara tanpa melimpahkannya kepada pihak penyidik kepolisian,  itu  merupakan tindakan kejahatan dan perlu dipertanyakan ada hubungan apa Dirut dengan para maling-maling tersebut. “Apa ada setoran, tanya Ruben.

Oleh karenanya, lanjut Ruben,  Mentri BUMN diharap mengambil sikap tegas dengan menurunkan tim untuk melakukan pengusutan hingga tuntas. Sementara pengusutan berlangsung Dirut Holding Abdul Ghani agar  diberhentikan sementara sehingga pengusutan dapat berjalan lancar.

Desakan Ruben diungkapkannya  dikantor DPRD Sumut Medan, Senin (23/11/2020),  menanggapi  kasus yang menjadi perhatian masyarakat luas  Sumatra Utara tentang   pencurian produksi Karet Sheet bersekala besar   di Kebun Sarang Giting milik PTPN III.

Menurut Ruben, kebijakan Abdul  Ghani mendiamkan kasus tersebut  mencerminkan bahwa sebagai pimpinan tertinggi di Holding Perkebunan milik BUMN,  dia tidak memiliki semangat  anti   korupsi bahkan sikap  Ghani  cendrung berlawanan   dengan komitmen pemerintahan Presiden Jokowi yang menyatakan perang kepada  para koruptur maupun penggerogot asset-asset perusahaan BUMN.

Dia juga sependapat adanya keritikan keras dari masyarakat,  atas kebijakan direksi PTPN III yang menyelesaikan kasus pencurian itu melalui  pertemuan bi bartit antara SPBUN dan direksi. Karena hal itu tidak tepat dan tidak sejalan dengan misi visi  serta komitmen Presiden Jokowi terhadap pemberantasan korupsi.

Untuk itu segerakan saja pihak direksi melimpahkan temuannya kepada pihak penyidik agar dapat terungkap siapa saja yang bermain dikasus pencurian produksi PTPN III yang telah  merugikan keuangan negara, kata Ruben didampingi Ketua Komunitas Peduli Perkebunan Negara (KP2N) H. Zulkifli Barus.

Penyelesaian secara bi partit kasus   pencurian berskala besar  produksi getah sheet  kepunyaan PTP Nusantara III merupakan tindakan salah  yang dipertontonkan oknum pemangku kepentingan  dilingkungan badan usaha milik negara (BUMN)  tersebut. 

Pertemuan bi partit tersebut   berlangsung pada hari Rabu (27/10) di Kandir PTPN III Jl. Sei Sikambing Medan. Dalam pertemuan yang berlangsung  alot itu terungkap bahwa Pimpinan Perusahaan PTPN III semula  menginginkan agar kasus yang memalukan itu diserahkan kepihak kepolisian untuk disidik hingga para pelaku yang terlibat baik orang dalam perusahaan maupun orang luar sebagai  mitra mereka termasuk penadahnya dapat diajukan kepengadilan.

Namun keinginan itu berbeda dengan sikap  SPBUN PTPN III,  yang membela para maling getah sheet. SPBUN menolak keras kasus yang merugikan keuangan perusahaan Badan Usaha Milik Negara ini dilimpahkan kepada kepolisian dengan alasan kemanusian.

Sampai saat  ini  tidak diketahui  kesepakan antara pihak perusahaan dengan SPBUN pada musyawarah bi partit tersebut. Hal itu karena menunggu hasil  pemeriksaan tim Satuan Pemeriksaan Internal (SPI) yang saat ini sedang bekerja. Setelah pemerikasaan SPI tuntas baru  ditetapkan  keputus final apakah  dilimpahkan atau tidak dilimpahkan kasus pencurian getah sheet kepihak kepolisian. Namun hingga kini tidak ada kabar berita penyerahan berkas kasus penggelapan itu kekepolisian Sumut.

Menurut Ruben pencurian getah sheet dipabrik  PTPN III Kebun Sarang Giting merupakan tindakan kriminal yang    memiliki unsur pidana umum hingga harus dilimpahkan kepihak kepolisian untuk penyidikan lebih lanjut. Jadi jika dipaksakan penyelesaiannya lewat mekanisme bi partit maka tindakan tersebut dinilai  tidak profesional.

 “Bila terlalu lama pihak perusahan menahan  kasus itu bisa membuat para pelaku menghilangkan barang bukti. Seperti menjual truk Colt Diesel. Pihak perusahaan akan kesulitan melakukan investigasi bila berhadapan dengan pihak eksternal. Seperti pemilk truk Colt Diesel yang mengangkut getah sheet dan pembeli (penadah) getah sheet, ucap Ruben Tarigan.

 Apalagi kasus Sarang Giting diduga tidak hanya melibatkan orang dalam, tapi juga pihak luar. Seperti kenderaan yang digunakan mengangkut getah sheet serta pembelinya. Jadi kalau terlalu lama perusahaan menahan kasus ini bisa membuat si pelaku menghilangkan barang bukti dengan menjual cepat kenderaan truknya. Sedangkan orang dalam menghapus rekaman CCTV di pabrik serta menghilangkan buku besar tentang catatan keluar masuknya bahan mentah dan bahan jadi getah sheet itu”, tuturnya.

Investigasi terhadap kasus pencurian getah sheet di pabrik karet PTPN III Kebun Sarang Giting, Kecamatan Dolok masihul  saat ini  telah  dihentikan pihak menejemen perusahaan Badan Usaha Milik Negara itu.

 Sejumlah karyawan pelaksana maupun karyawan  pimpinan yang di duga terlibat langsung maupun tidak langsung atau dinilai lalai dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya telah di non aktifkan dari posisi jabatan. Termasuk Menejer Kebun Sarang Giting, Iskandar David O. Sinaga kini di tarik untuk dijadikan staf ahli. Sementara jabatan Menejer Sarang Giting kini  sementara dirangkap Kabid Tanaman Distrik Serdang Menejer 2, Ramdani SP.

Demikian juga Distrik Manager Deser II Sugiharto dimusati kebagian tanaman Kandir PTPN III Medan.

 Meski telah melakukan penon-aktifkan terhadap sejumlah karyawan, namun hingga kini pihak direksi belum juga melimpahkan kasus pencurian getah sheet berskala besar itu kepada pihak kepolisian.

 Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pihak keamanan kantor direksi, Senin (16/10/2020) mengagalkan aksi pencurian satu truk Colt Diesel getah sheet dari pabrik karet PTPN III Sarang Giting.

Disebutkan, Direktur Pelaksana PTPN III H Ahmad Aslan Saragih  sebenarnya ingin kasus pencurian aset BUMN itu di limpahkan kepada kepolisian, namun beberapa pejabat  tinggi perusahaan  kurang setuju.

 Disinyalir ada pimpinan perusahaan dari Jakarta ngotot agar kasus pencurian getah sheet yang menurut hasil perkiraan sementara telah merugikan keuangan perusahaan mencapai milyaran rupiah itu diselesaikan secara bi partit. Dimana para pelaku karyawan yang terlibat disuruh mengganti kerugian aset yang telah dicuri.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. SK-230/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan dan SK-231/MBU/10/2019 tanggal 17 Oktober 2019 tentang Perubahan Nomenklatur Jabatan, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota Direksi PT Perkebunan Nusantara III, sebagai Direktur Utama adalah Mohammad Abdul Ghani.

Sedangkan Wakil Direktur Utama, Denaldy Mulino Mauna. Sementara direktur bidang masing masing, Direktur Umum, Seger Budiarjo. Direktur SDM, Wing Antariksa. Direktur Keuangan, M. Iswahyudi. Direktur Pemasaran, Dwi Sutoro. Direktur Produksi dan Pengembangan, Mahmudi dan Direktur Pelaksana, H Ahmad Haslan Saragih.

  • Tinggalkan Komentar