IMG-LOGO
Sedang Hangat: Pesan Maulid, H. Djarot : Nabi Diutus untuk Kemerdekaan Kum Marhaen Puan Maharani Minta Sumpah Pemuda Dijadikan Momentum Perkuat Persatuan dan Gotong Royong Presiden Tiba DI Silangit, Ini Agenda Jokowi Selama Di Taput

Songsong Pilkada 2020, PDI Perjuangan Sumbar Laksanakan TOT Guraklih

Redaksi

Padang - DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, menggelar pelatihan bagi pelatih saksi menjelang pelaksanaan Pilkada serentak, 9 Desember mendatang.

Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan orang-orang yang nantinya bertugas untuk melatih para saksi, mulai dari pra pemungutan suara sampai pasca pemungutan suara ketika Pilkada itu dihelat 9 Desember 2020 nanti. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan, mengutus sejumlah petugas partai untuk menjadi trainer dalam pelatihan ini.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan pelatih. Jadi nantinya mereka akan bertugas melatih orang orang yang akan bertugas mengawal suara, apakah itu sebelum di TPS hingga selesai rekapitulasi,” kata Putu Wahyu, Kepala Biro Pemungutan Penghitungan dan Rekapitulasi (Punghitrek ) Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDI Perjuangan di Padang, Rabu (16/9/2020).

Menurut Wahyu, berdasarkan evaluasi pemilu yang sudah sudah, ada beberapa teknis yang mungkin saja saksi lalai atau tidak mengerti harus berbuat apa saat bertugas menjadi saksi, yang mengakibatkan partai kehilangan suara, atau adanya kecurangan yang terjadi namun tidak terdeteksi.

“Misalnya saat di TPS jika saksi menemukan kejanggalan dan mengajukan keberatan, maka saksi harus menandatangani surat keberatan, sehingga saat ada sengketa atau mengajukan protes pada rekapitulasi, ini bisa diterima,” lanjutnya.

Selain itu, daftar pemilih serta NIK yang bermasalah, juga bisa menjadi sumber persoalan di TPS ataupun saat rekapitulasi suara.

“Itu beberapa contoh yang sering terjadi, dan kita berharap dengan pelatihan ini hal itu bisa kita minimalisir,” lengkap Wahyu.

Sementara itu, Novri, Kepala Biro Pemetaan BSPN DPP PDI Perjuangan mengatakan, pelatihan serupa digelar di 261 kabupaten dan kota di Indonesia ditambah delapan pemilihan gubernur dan wakil gubernur.

“Pelatihan ini juga digelar di 261 kabupaten dan kota di Indonesia, ditambah 9 provinsi yang menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur kecuali Sumbar, sebab kita abstain,” ucap Wahyu.

Peserta pelatihan ini adalah ketua, sekretaris dan bendahara BSPN dari sembilan Cabang yang ada di Sumatera Barat yang akan menggelar Pilkada serentak.

“Kesembilan daerah tersebut adalah Dharmasraya, kota Solok, kabupaten Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Pasaman Barat, Pasaman, Pesisir Selatan dan Padang Pariaman. Sementara daerah lainnya, PDI Perjuangan tidak ikut sebagai partai pengusung calon kepala daerahnya,” sebut Suma Risman, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumbar yang juga ketua Panitia Pelaksana.

 

 

 

Pelatihan ini diawali dengan orasi Yeni S Tanjung, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD PDI Perjuangan Sumbar. Yeni menyampaikan, ada sejumlah persoalan saat pelaksanaan pemilihan legislatif 2019 lalu, yang menjadi evaluasi penting, sehingga hal serupa tidak lagi terulang. Acara ini juga dihadiri dua orang anggota DPRD Sumbar dari PDI Perjuangan, Syamsul Bahri dan Leli Arni.

Sebelum acara pelatihan ini dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu diwajibkan mengikuti rapid tes, dengan mendatangkan dokter dan tenaga medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Setelah hasil rapid tes semua peserta keluar dan dinyatakan non reaktif, barulah acara ini bisa diselenggarakan. Selain itu, panitia juga tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19 dengan menyediakan masker dan handsanitizer bagi peserta pelatihan serta mengatur jarak duduk antara peserta.

  • Tinggalkan Komentar