IMG-LOGO
Sedang Hangat: Bupati Taput dan Forkopimda Lepas Tim Penyemprotan Disinfektan Massal Ust, Syarul Siregar : Gubsu Bisanya Cuma Marah Tapi tidak punya inisiatif Atasi Covid-19 Bupati Taput Kembali Bagikan 3.000 Masker untuk Bantu Masyarakat

Sugianto Makmur : Efek Corona, Indonesia Bukan Negara Kaleng-Kaleng

Redaksi

Melihat merebaknya Corona di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia menandakan pemahaman akan penyakit menular masih. Kita masih terlalu banyak “merasa” daripada “menalar”. Membaca tapi tidak mengerti, melihat dan mendengar tapi tidak paham.

Keteledoran dalam situasi genting bisa membawa malapetaka. Sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan pengetahuan dan wawasan. Kalau perlu lakukan Lockdown, lakukanlah !

Lockdown bukan berarti kita lemah. Lockdown berarti kita mengerti masalah dan sedang mengatasi masalah.

Salah satu yang perlu diketahui tentang wawasan adalah : saham Amerika turun 1000 poin hari ini, kira-kira setara dengan 7 %. Banyak yg sudah kena suspend termasuk di Indonesia karena turun 5 % dalam sehari. WIKA turun 25 % kemaren, hari ini 20 %.

Ini sebagian besar adalah efek domino dari corona. Nilai saham lebih mencerminkan keadaan psikologis pasar dari pada keadaan real. Tapi fakta-fakta jugalah yang menentukan psikologis pasar.

Korban corona bukan hanya kematian tetapi juga tsunami ekonomi yang bisa merontokkan sendi-sendi ekonomi. Pemerintah harus bersiap. Kantor pajak jangan memperberat masalah, pengusaha bisa survive saja pun, sudah luar biasa.

Meski begitu, kita harus tetap bersemangat. Dunia sedang guncang, tetapi Indonesia bukan negara kaleng-kaleng. Kita bisa, karena bersatu

  • Tinggalkan Komentar