IMG-LOGO
Sedang Hangat: Bobby - Aulia Lepas Relawan Kolaborasi Untuk Menggalang Pemilih Door To Door   Keren! H. Darma Wijaya Lakukan Panen Padi Perdana Di Lahan Baru Bekas Sarang Tikus BSPN Maksimalkan Fungsi Guraklih Partai Untuk Pilkada Kota Medan 2020.

Trik Pengusaha Hitam Dalam Bungkusan Anggaran.  

Oleh : Lola (Aktifis Gerakan Kebangsaan dan Mantan Aktifis Forkot 98)

Redaksi

Saat ini banyak cara yang digunakan oleh pengusaha hitam agar dapat masuk dalam mengelola anggaran negara, disaat DPR mulai garang dalam pengawasan anggaran pemerintah, ada saja cela yang dapat di gunakan oleh mereka, yaitu melalui Pinjaman Luar Negeri (PLN) dan Pinjaman Dalam Negeri (PDN), anehnya pemerintah tidak jeli melihat cara-cara kotor seperti itu.

Berbungkus Pinjaman anggaran melalui PLN dan PDN, pastinya tidak akan terpantau dari pengawasan DPR, contohnya yang paling sederhana adalah Pinjaman Dalam Negeri (PDN) dimana Lobi-lobi pengusaha hitam dengan Bank Plat Merah, maka terjadilah nego-nego keuntungan antara pengusaha dan pihak bank.

Dan lucunya lagi antar pengusaha hitam bersaing tidak sehat dan itu jelas terjadi pada Institusi Keamanan, contohnya dimana pengusaha hitam (si A) yang membawa anggaran melalui APBN sejumlah 1.1 T di patahkan oleh insitusi tersebut dikarena ada pengusaha hitam lainnya (si: B) yang pendaannya melalui PDN (Bank Plat Merah) bisa memberikan yang lebih dan tanpa pengawasan DPR, seperti standup comedy saja dimana keluar dari kendang singa masuk kandang buaya, dan bagi yang tahu hanya geleng2 kepala saja, anehnya pemerintah saat ini tidak jeli melihat trik2 bungkusan anggaran.

Belum lagi Pinjaman Luar Negeri (PLN) yang konon kabarnya dibawa oleh pengusaha tirai bambu yang dapat mengucurkan anggaran tanpa batas, dan pada akhirnya Pemerintah Kita terhutang budi kepada mereka, jangan lah seperti negara2 Afrika yang berhutang dari Tirai Bambu dan pada akhirnya seluruh kekayaan alamnya dikelola oleh negara tersebut.

Hai para pemerhati negara tercinta ini, bukalah mata lebar2 dan tanamankan didalam hati dan sadarlah bahwa seluruh Hutang-hutang tersebut akan menjadi tanggungan anak cucu kita dikemudian hari, relakah anda sekalian kondisi seperti ini terus berlangsung dan tetap saja Rakyat Kecil yang harus menanggung beban itu.

Kami hanya berharap kepada petinggi senayan agar segera melihat triknya atau cela ini agar dapat dilihat dengan seksama bahwa mereka dengan sengaja mempermainkan anda, dan kepada Kementerian Keuangan tolonglah untuk lebih ketat pada penyaluran anggaran tersebut jangan sekali2 menodai uang rakyat dari pembayaran pajak untuk pembangunan bangsa ini.

Mungkin suara kita tidak mungkin di dengar langsung oleh pemimpin2 bangsa ini, tapi kami masih percaya bahwa Pemimpin Negara kami saat ini masih mempunyai Moral yang tinggi untuk membenahi semua bungkusan-bungkusan kotorini agar sesegera mungkin dihilangkan dari Bumi Pertiwi yang Kita Cintai Bersama ini.

 

 

 

 

  • Tinggalkan Komentar