IMG-LOGO
Sedang Hangat: BSPN Sumut Segera Laksanakan Rakor Dalam rangka Konsolidasi Menyongsong Pemilu 2024   Brigaldo Sinaga Wafat, Atas Nama PDI Perjuangan Sumut Dr. Sutarto Sampaikan Dukacita Rayakan Lebaran DImasa Pandemi, DPD PDI Perjuangan Sumut Gelar Halal Bihalal Virtual  

Bersama Dirjen IKMA, Nikson Nababan Diskusikan Potensi Benang Serat Nenas

Redaksi

Taput - benang dari serat nenas adalah suatu lompatan teknologi dalam kerajinan tenun. Dan jika Taput bisa memproduksi merupakan suatu lompatan dalam dunia industri

Hal itu disampaikan Bupati Taput Nikson Nababan saat menerima jajaran Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Kementerian Perindustrian RI, di rumah dinas, Senin (3/5/2021).

Didampingi Ketua Dekranasda Satika Simamora, Kadis Koperasi dan UKM Herli Sinaga, dan Kabid Perindustrian Ade Harry Situmorang, Bupati Nikson mendengar paparan mengenai serat nenas yang dapat dijadikan bahan baku benang.

"Kita sambut baik dan apresiasi tim dari Kementerian Perindustrian datang untuk survei. Walau saat ini seluruh daerah sangat terbatas anggaran akibat pandemi covid, namun untuk pelaku UMKM kita akan upayakan," sebut Ketua DPC PDI Perjuangan Taput tersebut.

"Kalau kita bisa melakukannya, kita sangat senang apalagi petenun kita sering dilanda kelangkaan benang. Kalau bisa, kementerian bantu fasilitasi pelatihan ataupun pengadaannya," imbuh Nikson.

Keuntungannya, tidak perlu lagi import benang karena nenas sentra perkebunannya ada di Sipahutar.

"Taput akan jadi pelopor dan kurangi kertergantungan benang yang terbuat dari bahan alami. Kesiapan bahan dan alat harus dijaga jangan nanti setelah jadi bahan baku tidak tersedia," tambahnya.

Nikson meminta bila nanti ada kerjasama bentuknya jelas dan regulasi sehingga tidak bertentangan dengan peraturan.

Sementara itu Ketua Dekranasda Satika Simamora, mengatakan kedatangan Ditjend IKMA juga ingin melihat keseluruhan potensi UMKM yang ada di Taput.

Potensi berupa tenunan, kerajinan serta kuliner yang nantinya direkomendasikan pengembangan, pemasaran, hingga bantuan berbentuk pengadaan.

"Kita ingin tunjukkan semua yang ada di Taput dan masih butuh sentuhan pusat. Kita harapkan kehadiran pihak kementerian selama dua hari melihat langsung pelaku UMKM akan berdampak positif," ujarnya.

Abdullah dari Dirjen IKMA Kementerian Perindustrian yang dalam kesempatan tersebut didampingi Ariy Arka Fashion Desainer, menyebutkan alat pemintal serat nenas sudah ada di Subang, Jawa Barat dan di Pekalongan, Jawa Tengah.

Pihaknya siap memfasilitasi bantuan apa yang dibutuhkan pelaku UMKM melalui Kelompok Usaha Bersama.

  • Tinggalkan Komentar