IMG-LOGO
Sedang Hangat: Habiskan Dana 80 Milyar Tanpa Laba, Teyza : Arang Habis Besi Binasa APBD Merana DPD PDI Perjuangan Sumut Akan Laksanakan Perayaan Imlek 2022 Bersama Melanggar PP 54 Tahun 2017, Managemen PT PSU dan Komut Wajib Di Evaluasi Total

GPMN Palas Minta Kajari Tuntaskan Dugaan Mark Up Soal Ujian Di Dinas Pendidikan

Redaksi

Palas - Ketua DPD Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN) yang juga Kepala Baguna DPC PDI Perjuangan Kabupaten  Padang Lawas Ahmad Rizky Hasibuan SH  desak Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas agar segera tetapkan tersangka pelaku dugaan Tindak Pidana Korupsi, atau Penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan pada Kegiatan Realisasi Dana BOS Tahun Anggaran 2020 pada Kegiatan Penggandaan Saol Ujian Siswa Kelas 6 SD se Kabupaten Padang Lawas.

“Kejaksaan Negeri Padang Lawas sudah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Kepala Sekolah SD se Kabupaten Padang Lawas, dari informasi yang kita dapatkan, Bahwa anggaran kegiatan tersebut dibuat pada RAB  senilai Rp 20000/siswa, namun Kabid Pendidikan Dasar memerintahkan seluruh Kepala Sekolah agar membayarkan dengan jumlah yang melebihi dari RAB yaitu, senilai Rp. 30000/ siswa” Ujar Ahmad Rizky.

Anehnya, Kata Ahmad Rizky pada Tahun 2020 Sekolah-sekolah tidak melaksanakan Ujian dikarenakan masa Pandemi Covid 19,

“Menyikapi hal ini. Kita dari GPMN Padang Lawas   turun kelapangan dalam mengumpulkan data dan fakta dilapangan, dari hasil investigasi yang dilakukan, Memang sudah ditemukan Bukti Bukti yang autentik atas adanya perbuatan melawan Hukum yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Padang lawas” Kata Ahmad Risky

Pada Hari Kamis tanggal 25 November 2021 sekira pukul 11.00 Wib Lanjut Risky, Pihaknya melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan  Hj. Rosidawati Suriani S, Pd  lewat pertemuan tatap muka,

“Dalam pertemuan itu. Kepala Dinas Pendidikan mengatakan, bahwa perbuatan tersebut ia ketahui setelah para Kepala Sekolah SD melapor kepada dirinya dan seluruh Kepela Sekolah telah dipanggil ke kejaksaan terkait dengan Dugaan perbuatan melawan Hukum tersebut” Ungkap Ahmad Risky.

Kepala Dinas Pendidikan kata Risky juga mengatakan bahwa diduga salah satu oknum yang saat ini telah menjabat sebagai Kepala Dinas,

 “Beliau Juga mengarahkan agar setiap yang berkepentingan dalam mencari informasi terkait hal tersebut untuk mendatangi Eks Kabid Pendidikan Dasar Rosidi karena beliau tidak tahu menahu hal itu,

“Bahkan Kepala Dinas mengatakan Jangan dia yang berbuat sama saya kotorannya maka dari itu, Kami mendesak Bapak Kepala Kejaksaan Negeri Padang Lawas agar segera tetapkan tersangka dan Menahan orang orang yang terlibat dalam Dugaan Kasus tersebut, apabila Kejaksaan Negeri Padang Lawas  sesuai dengan ketentuan Hukum dan perundang-undangan yang berlaku”Pungkasnya.

  • Tinggalkan Komentar