IMG-LOGO
Sedang Hangat: Habiskan Dana 80 Milyar Tanpa Laba, Teyza : Arang Habis Besi Binasa APBD Merana DPD PDI Perjuangan Sumut Akan Laksanakan Perayaan Imlek 2022 Bersama Melanggar PP 54 Tahun 2017, Managemen PT PSU dan Komut Wajib Di Evaluasi Total

Hj. Megawati Sukarnoputri Kembali Diserang Hoaks, Hasto Intruksikan Ambil Langkah Hukum

Redaksi

Jakarta - Telah beredar video di media sosial yang menggambarkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meninggal dunia. Informasi itu pun dipastikan sebagai hoaks oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto mengatakan pelaku penyebar hoaks sangat tidak bertanggung jawab dan tak bermoral. Dia menegaskan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati sedang dalam kondisi yang sehat.

"Bu Mega dalam keadaan sehat. Ini tadi saya sebelum ke sini, baru sampai Pasar Minggu, ditelepon beliau untuk datang ke Jalan Teuku Umar," kata Hasto saat menghadiri Festival Kuliner Pendaming Beras dalam rangka menyambut HUT Ke-49 PDI Perjuangan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lentengagung, Jakarta Selatan, Jumat (7/1/2021).

Hasto saat di kediaman Megawati melihat Presiden Kelima RI itu sangat bugar dan penuh semangat. Hasto juga menilai berita hoaks itu membuat partai mengambil sikap.

"Saya memutuskan sebagai Sekjen agar bantuan hukum PDI Perjuangan melaporkan kepada aparat penegak hukum agar hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi lagi. Karena kita ini bangsa yang dikenal karena kebudayaan kita karena peradaban kita," kata Hasto.

Hasto meyakini budaya masyarakat Indonesia sejak dulu tidak pernah mengobral fitnah. Sejarah budaya masyarakat Indonesia penuh dengan kejujuran dan tanggung jawab.

"Kita bangsa yang terus memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran sebagai bagian nilai positif yang membentuk bangsa ini," kata Hasto.

Patut diketahui, bukan kali ini saja Megawati diserang oleh isu hoaks. Pada April 2019, ramai di media sosial bahwa putri Proklamator RI Bung Karno itu dikabarkan sedang dirawat di rumah sakit karena stroke.

Lalu, pada Mei 2020, Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi (BRIN) itu dikabarkan masuk daftar pencarian orang (DPO) karena membiarkan virus Covid-19 masuk ke Indonesia. PDI Perjuangan berulang kali menyampaikan bahwa semua informasi itu sebagai hoaks.

  • Tinggalkan Komentar