IMG-LOGO
Sedang Hangat: Ingin Kembangan Varietas Asli Sumut, BPEK Sumut Adakan Lomba Durian Lokal Unggul Djarot Saiful Hidayat Kunjungi Kapolda, Menghasilkan Kesatuan Visi Antar Hewan Kurban Ke Ormas Islam, Djarot Ajak Kolaborasi Atasi Pandemi

Repdem Sarankan Sri Mulyani Umumkan Rinci Pemda Mana Saja Yang Menghambat Belanja Negara

Redaksi

Jakarta - Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), sayap aktivis pro demokrasi PDI Perjuangan menyaran agar Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumumkan secara rinci nama daerah yang tidak menjalankan belanja modal pembangunannya.

“Tindakan itu bisa jadi merupakan sabotase ekonomi oleh Kepala Daerah. Terlebih, di saat ini belanja pemerintah akan sangat berarti bagi pergerakan ekonomi masyarakat” Ungkap Ketua DPN Repdem Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Hubungan Luar Negeri Abdi Edison Dalam Keterangan tertulisnya pada Selasa (25/5/2021)

Apa yang dilakukan Kepala Daerah yang menimbun anggaran di rekening itu jahat sekali. Apalagi, saat ini masyarakat sangat membutuhkan belanja modal pemerintah untuk menggerakkan roda ekonomi.

“Kita semua sedang berjuang menghadapi pandemi. Anggaran sudah didrop, tapi tidak juga dibelanjakan" terang Edison.

Seperti diketahui dalam pernyataannya, Menkeu Sri Mulyani pada Senin, (24/5/2021), mengatakan  ada  anggaran sejumlah Rp. 194,54 Triliun ditimbun di rekening kas daerah. Padahal, seharusnya anggaran itu segera dibelanjakan agar roda ekonomi berputar.

Edison juga menyarankan agar pemerintah tidak buru-buru menyesuaikan pajak. Hal ini agar tidak mengurangi minat investasi. Pajak yang tinggi akan berpengaruh terhadap investasi dan daya beli masyarakat.

“Pemerintah punya jurus jitu untuk mengambil kebijakan alternatif” Tegas Edison

Edison yang juga Ketua DPD Repdem Jawa Timur ini, mengaku heran pengenaan biaya yang sangat mahal untuk transaksi perbankan BUMN.

"Saya kira itu tidak perlu dilakukan. Sekarang trendnya menuju gratis dengan kerjasama antar bank. Lha ini kok malah dibebani. Saya khawatir terjadi rush ke bank swasta, karena bank BUMN melakukan praktik ijon terselubung dengan alasan sistem”Terang Edison lagi

 Sudahlah, lanjut Edison, jangan bebani masyarakat lagi. Kan semua rekening sudah bayar biaya administrasi bulanan. Ingat, bukan hanya nasabah, tetapi seluruh masyarakat jadi bertanya-tanya, sesehat apa perbankan kita. Karena seharusnya, perbankan plat merah justru fokus mensukseskan program pemerintah dengan mempermudah lagi pinjaman untuk UMKM dan pinjaman yang bersifat produktif untuk membuka peluang usaha baru.

“Juga turunkan bunga kredit modal kerja maksimal 6%. Masak kredit konsumsi bunganya lebih rendah dari modal kerja? Ini fasilitator negara atau pengijon? Bukan hanya bank plat merah, tapi juga PMN (Permodalan Madani Nasional) harus mendukung program pemerintah. Yang terakhir itu malah harus dikhususkan bagi UMKM. Jangan malah bermain dengan pengusaha hitam. Mungkin dikira masyarakat ga tau". Pungkas Edison

  • Tinggalkan Komentar