IMG-LOGO
Sedang Hangat: BSPN Sumut Segera Laksanakan Rakor Dalam rangka Konsolidasi Menyongsong Pemilu 2024   Brigaldo Sinaga Wafat, Atas Nama PDI Perjuangan Sumut Dr. Sutarto Sampaikan Dukacita Rayakan Lebaran DImasa Pandemi, DPD PDI Perjuangan Sumut Gelar Halal Bihalal Virtual  

Sihar Sitorus Minta Pengucuran Dana PEN Disesuaikan Dengan Keadaan Daerah

Redaksi

Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI Sihar Sitorus pengucuran dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) disesuaikan dengan keadaan daerah, sevara khusus Sumatera Utara (Sumut)

Mulai dari struktur perekonomiannya, juga struktur masyarakatnya sangat berpengaruh dalam upaya pengembangan dana PEN.

“Masyarakat Sumatera Utara juga punya karakteristik tersendiri, mulai dari struktur perekonomiannya juga struktur masyarakatnya. Jadi dengan PEN ini diharapkan ketika terjadi pembobotan untuk memberikan dana PEN maka kita juga ingin supaya turn in dan efeknya juga terasa maka kita harus mengikuti karakterisitik masing-masing," kata Sihar.

Dari pemaparan dari para mitra kerja, Sihar menyimpulkan di Sumatera Utara sektor pertanian didominasi oleh sektor primer yang memang sudah menjadi karakteristiknya.

“Di balik sektor primer ini, apakah kita punya ruang untuk masuk ke secondary primer. Jadi, lebih kepada nilai tambah dari sektor primer,” terangnya.

Menurut Sihar, Sumatera Utara juga dikenal sebagai salah satu penghasil kopi dan kelapa sawit. Keduanya masih dalam tahap sektor primer. Sihar mendorong agar petani atau UMKM di Sumatera Utara untuk mulai melakukan secondary primer.

Di mana, produk olahan seperti kopi tidak hanya dijual dalam bentuk biji kopi mentah. Perlu diolah kembali menjadi kopi siap seduh (sudah halus) agar nilai jualnya menjadi lebih tinggi dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kalau kita ada ruang, apakah ruang ini kita isi? Kalau kita tidak isi, inilah yang harus jadi pertanyaan, kita kenapa kita tidak bisa isi sehingga kita bergerak dari sektor primer ke sektor berikutnya. Dari sektor dasar menjadi sektor plus nilai tambah,” papar Sihar.

Di sisi lain, Kepada mitra kerja, yang terdiri dari Perwakilan Kemenkeu, BI, OJK, BPS, dan Bank Mandiri, politisi Fraksi PDI Perjuangan juga mempertanyakan stimulus PEN di Sumatera Utara.

Dimana, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2020 minus 2,07 persen, sedangkan di Sumatera Utara minus 1,07 persen.

“Bisa kita bilang bahwa itu turunnya lebih pelan dibandingkan penurunan secara nasional, tetapi kita harus cek lagi di mana sumber penurunannya dan kenapa bisa turun,” tandasnya.

  • Tinggalkan Komentar