IMG-LOGO
Sedang Hangat: DPD PDI Perjuangan Sumut Sukses Gelar Rakerda, Berikut Hasilnya! Songsong Hattrick Kemenangan 2024, DPD PDI Perjuangan Sumut Akan Laksanakan Rakerda Besok Istri Menkumham Berpulang, DPD PDI Perjuangan Sumut Sampaikan Duka Cita Yang Mendalam

Terkait Banjir Bandang Di Parapat, Junimar Minta Menteri LHK Tumpas Illegal Logging

Redaksi

Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang, mendesak Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Menteri LHK) Siti Nurbaya Bakar, tinjau kota wisata Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun.

Menurutnya, Siti harus menumpas aksi penebangan liar (illegal logging) serta melakukan evaluasi atas izin pinjam pakai hutan kepada para pengusaha.

Sebab diduga penyebab banjir tersebut adalah penebangan liar di bukit sekitar lokasi banjir.

"Menurut saya ini sangat urgent. Sehingga Menteri LHK harus segera turun ke lapangan melakukan penumpasan aksi illegal logging yang terjadi di sana," kata Junimart, Jumat (14/5/2021).

Baginya, Pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap semua izin pinjam pakai hutan kepada para pengusaha. Jika tidak, maka bencana yang sama dapat terjadi di berbagai daerah lainnya.

Politikus PDI Perjuangan itu menilai bahwa Sumut menjadi salah satu provinsi dimana para pelaku illegal logging bisa bergerak bebas melancarkan aksinya. Sehingga bencana yang sama juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah lainnya di Sumut karena penggundulan hutan terus terjadi.

Dia memberi contoh di Desa Sopokomil, Kecamatan Parongil, yang saat ini terancam akan tenggelam oleh aktivitas penambangan PT

Dairi Prima Mineral. "Perizinannya terbit dalam tanda petik dan amdalnya tidak ada," terangnya.

Sebagaimana diketahui hujan deras yang melanda kota Wisata Parapat, mengakibatkan kota itu terendam banjir.

Junimart juga mendesak Bupati Kabupaten Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) sesegera mungkin membenahi sumber utama longsor dan banjir bandang.

Serta membantu melakukan rehabilitasi dan normalisasi kawasan wisata Parapat dan lingkungan masyarakat yang turut terdampak.

"Kepada Bupati Simalungun dan Gubernur Sumatera Utara harus sesegera mungkin membenahi sumber utama longsor dan banjir bandang ini, begitu juga terhadap lingkungan masyarakat nya. Supaya wisata Parapat tidak terlalu lama terganggu serta wisatawan nyaman untuk melakukan rekreasi," pungkasnya.

  • Tinggalkan Komentar